Minggu, 28 Juni 2020

ASAM URAT (GOUT ATRITIS)

-ASAM URAT-

Devi Titiya

Sekolah Tinggi lmu Kesehatan

Borneo Lestari

Program Studi S1 Farmasi

*Email : Devititiya86@gmail.com

 

Sumber : https://pin.it/2Q7iA5z

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Gout  tergolong sebagai  penyakit yang terjadi akibat gangguan metabolisme purin. Gangguan tersebut menyebabkan tingginya kadar asam urat darah yang selanjutnya mudah mengkristal  akibat metabolisme purin tak sempurna. Kurang lebih  20-30%  gout terjadi akibat kelainan  sintesa purin dan sekitar 75% terjadi akibat kelebihan produksi asam urat tetapi pengeluarannya tak sempurna. Pembentukan kristal monosodium urat (MSU)  memegang peranan penting  pada proses awal serangan gout. Kristalisasi asam urat sering terjadi pada persendian, jaringan tulang rawan, tendon dan selaputnya serta ginjal.

PEMBAHASAN

Gout arthritis itu  adalah serangan asam urat yang sangat parah, sehingga penderita akan merasakan kesakitan, kondisi ini tersebut terjadi akibat dari gangguan metabolisme purin yang sedang tidak berfungsi dengan baik, sehingga terjadi  kelebihan Kristal yang akan menumpuk di jaringan sendi. sebaliknya, apabila kadar asam urat dalam level rendah juga mengakibatkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh, karena dapat menimbulkan rasa sakit akibat dari pelepasan kristal dari tempat yang sebelumnya menempel  di persendian. Kadar asam urat di dalam tubuh juga sangat tergantung dari  keseimbangan asupan makanan sintesis dan tingkat ekskresi asam urat oleh tubuh. Dalam keadaan normal, peningkatan produksi asam urat di tubuh akan diikuti oleh peningkatan ekskresi asam urat pada urin(Juaidi,2013).

Penyebab tingginya asam urat dalam darah hingga terjadi hiperunsernia ada beberapa yaitu: adanya gangguan metabolisme purin bawaan, kelainan pembawa sifat atau gen, kebiasaan pola makan berkadar purin tinggi ( seperti: daging, jeroan, kepiting, kerang, keju,kacang tanah, bayam, buncis), penyakit seperti: leukemia (kanker sel darah putih), kemoterapi, radioterapi. Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) disebabkan oleh peningkatan produksi (overproduction), penurunan pengeluaran (underexcretion) asam urat melalui ginjal, atau kombinasi keduanya (Susanto,2013).

Menurut  , Arif Setyo Upoyo.2009 Kadar asam urat merupakan jumlah kadar asam urat dalam darah setelah dihitung dengan menggunakan AU Sure digital asam urat dl  yang dinyatakan dalam satuan mg/dl. Dibagi kedalam dua kategori yaitu hiperuricemia (pemeriksaan menunjukan  hasil diatas 7,2) dan kategori dalam batasa normal ( pemeriksaan menunjukan hasil 5.0 – 7,2). Kadar Asam Urat Lansia  Berdasarkan Jenis Kelamin Umumnya yang sering terserang asam urat adalah laki-laki, karena secara alami lakilaki memiliki kadar asam urat di dalam darah yang lebih tinggi daripada perempuan,alasan kenapa serangan penyakit asam urat lebih jarang pada wanita adalah adanya hormone esterogen yang ikut membantu pembuangan asam urat lewat urine. . Pria tidak memiliki hormon estrogen yang tinggi, sehingga asam urat sulit dieksresikan melalui urin, dan dapat menyebabkan resiko peningkatan kadar asam urat pada pria lebih tinggi

Gejala yang dirasakan  dan  tanda yang sering muncul pada penderita Gout diantaranya adalah: 1) Rasa nyeri hebat dan mendadak  pada ibu jari kaki  (sendi metatarsofalangeal pertama) dan jari kaki (sendi tarsal); 2) Terganggunya fungsi sendi yang biasanya di satu tempat, sekitar 70-80 %  pada pangkal ibu jari; 3) Terjadi hiperurisemia; 4) Terjadi hiperurikemia dan penimbunan kristal urat yang khas yaitu kristal monosodium urat dalam cairan dan jaringan sendi, ginjal, tulang rawan  dan lain-lain; 5) Terdapat tofus yang telah dibuktikan secara kimiawi; 6) Telah terjadi >1 kali serangan di persendian (arthritis) yang bersifat akut; 7) Adanya serangan pada satu sendi, terutama sendi ibu jari kaki. Serangan juga biasa terjadi di tempat lain seperti pergelangan kaki, punggung kaki, lutut, siku, pergelangan tangan  atau jarijari tangan; 8) Sendi tampak kemerahan; 9) Peradangan disertai demam (suhu tubuh >38oC), dan pembengkakan tidak simetris pada satu sendi dan terasa panas; 10) Tak ditemukan adanya bakteri pada saat serangan dan imflamasi (Purwaningsih,2010).

Pengobatan artritis gout bergantung pada tahap penyakitnya. Hiperurisemia asiptomatik biasanya tidak membutuhkan pengobatan. Serangan akut artritis gout diobati dengan obat-obatan antiinflamasi nonsteroid atau kolkisin. Obat-obat ini diberikan dalam dosis tinggi atau dosis penuh untuk mengurangi peradangan akut sendi. Beberapa lifestyle yang dianjurkan antara lain menurunkan berat badan, mengkonsumsi makanan sehat, olahraga, menghindari merokok, dan konsumsi air yang cukup. Modifikasi diet pada penderita obesitas diusahakan untuk mencapai indeks masa tubuh yang ideal, namun diet yang terlalu ketat dan diet tinggi protein atau rendah karbohidrat  (diet atkins) sebaiknya dihindari. Penanganan diet pada penderita artritis gout dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu avoid, limit, dan encourage. Pada penderita yang dietnya diatur dengan baik mengalami penurunan kadar urat serum yang bermakna (Hadi,2004).

 

PENUTUP

Kesimpulan

Asam urat merupakan produk tambahan hasil metabolisme normal dari pencernaan protein makanan yang mengandung purin (terutama jeroan dan beberapa jenis sayuran seperti  kacangkacangan dan buncis) atau dari penguraian purin (sel tubuh yang rusak), yang seharusnya dibuang melalui ginjal, fesess atau keringat. Umumnya darah manusia dapat menampung asam urat sampai tingkat tertentu. Bila kadar asam urat plasma melebihi daya larutnya, misalnya >7 mg/dl, maka plasma darah menjadi sangat jenuh (Arif Setyo Upoyo.2009).

Penyebab tingginya asam urat dalam darah hingga terjadi hiperunsernia ada beberapa yaitu: adanya gangguan metabolisme purin bawaan, kelainan pembawa sifat atau gen, kebiasaan pola makan berkadar purin tinggi ( seperti: daging, jeroan, kepiting, kerang, keju,kacang tanah, bayam, buncis), penyakit seperti: leukemia (kanker sel darah putih), kemoterapi, radioterapi. Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) disebabkan oleh peningkatan produksi (overproduction), penurunan pengeluaran (underexcretion) asam urat melalui ginjal, atau kombinasi keduanya (Hadi,2004)).

Saran

Saran bagi penderita asam urat agar melakukan pemeriksaan asam urat secara rutin untuk mengetahui secara dini keadaan kesehatan tubuhnya. Bagi penderita asam urat yang menderita penyakit asam urat agar selalu mengikuti pola makan  yang sehat, menghindari makanan  seperti: udang, cumi, kerang, kepiting, ikan teri, kacang-kacangan, asparagus, bunga kol, bayam dan jamur. serta secara rutin memeriksakan kesehatannnya dan Mencoba mengonsumsi teh daun kresen.

 

DAFTAR PUSTAKA

Andry, Saryono, Arif Setyo Upoyo.2009. ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG   MEMPENGARUHI KADAR ASAM URAT PADA PEKERJA KANTOR DI DESA KARANG TURI, KECAMATAN BUMIAYU,KABUPATEN BREBES. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 4 No.1 Maret 2009

Junaidi. (2013). Rematik dan Asam Urat.Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. 

Purwaningsih, Tinah. 2010. Faktor-FaktorRisiko Hiperurisemia. Tesis.Universitas Diponegoro Semarang. 

Sutanto, Teguh. 2013. Asam Urat. BukuPintar: Yogyakarta.

Sustrani.L.S.Alam danI.Hadibroto.2004. Asam Urat,Informasi Lengkap Untuk Penderita Dan Keluarga. Edisi 6. Jakarta :Gramedia

 

Kamis, 19 Maret 2020

Teh Daun Kersen

Salam sehat untuk kita semua. Semoga yang pada baca selalu sehat dan bahagia ya. Jangan lupa senyum.

                 Awal kata,makasih udah mampir ke blog aku,ini kali pertama aku menulis blog ya semoga bisa menambah sedikit wawasan kalian tentang teh herbal dari daun kresen. Kalian pasti tau dengan teh,biasanya teh berasal dari daun tehkan. Nah di blog ini aku akan membahas teh tapi berasal dari daun kresen. Daun yang sering kita temuin di depan rumah.

          Teh adalah minuman ringan yang biasa di sajikan saat santai,saat makan,danberbagai situasi. Teh sebagai minuman yang menyegar  dan menyehatkan sangat familiar di negri kita. Sebagian wilayah Indonesia adalah wilayah yang menghasilkan daun teh pilihan. teh herbal adalah sebutan untuk ramuan bunga,daun,biji,akar atau buah kering. Teh herbal biasanya tidak mengandung daun teh dari tanaman teh.

Teh merupakan salah satu bahan minuman alami yang sangat popular dimasyarakat Teh mengandung komponen bioaktif yang disebut polifenol. Secara umum polifenol dalam tanaman terdiri atas flavonoid dan asam fenolat. Flavonoid merupakan golongan terbesar dari polifenol yang juga sangat efektif digunakan sebagai antioksidan (Astawan dan Kasih, 2008).

            Daun teh dapat diolah dengan beberapa macam metode pengolahan teh, namun biasanya diproses menjadi beberapa produk yang dikenalyaitu : Teh Hijau (Green Tea),Teh hijau diperoleh tanpa proses fermentasi (oksidasi enzimatis), yaitu dibuat dengan cara menginaktifkan enzim fenolase yang ada dalam pucuk daun teh segar. Teh hitam (Black Tea),Teh hitam diperoleh melalui proses fermentasi. Pada proses ini, sebagian besar katekin dioksidasi menjadi teaflavindan tearubigin, suatu senyawa antioksidan yang tidak sekuat katekin. Teh olong (Oolong Tea) Teh oolong diproses secara semi fermentasi. Proses pembuatan dan pengolahan teh oolong berada diantara teh hijau dan teh hitam, dimana teh oolong dihasilkan melalui proses pemanasan yang dilakukan segera setelah proses penggulungan daun, dengan tujuan untuk menghentikan proses fermentasi, oleh karena itutehoolong disebut sebagai teh semi fermentasi(dea,2018)

          Pohon kersen ini biasanya tumbuh di pekarangan. Ciri-ciri pohon kersen diantaranya yaitu buahnya yang berwarna hijau jika masih mentah, dan berwarna kuning hingga merah jika sudah matang. Buahnya tidak mengenal musim. Rasa dari buah kersen ini rasa manis yang khas (jika sudah matang)  sehingga banyak disukai orang. Ternyata  tak hanya buah yang harus dipetik, namun petik juga daunnya yang kaya akan manfaat(Binawati dan Amilah,2013).

          Daun kersen memiliki manfaat tentunya bukan tanpa alasan. Manfaat daun kersen ini didapatkan dari berbagai kandungan senyawa yang ada di dalamnya. Beberapa kandungan dalam daun kersen merupakan senyawa yang sangat penting bagi tubuh. Kandungan dalam daun kersen antara lain adalah air, karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium, fosfor, zat besi, karoten, riboflavin, dan niacin. Daun kersen juga memiliki kandungan lain seperti flavonoid, saponin, tanin, juga steroid(Melisa  dan  Mariyatmi,2013).Melihat dari kandungan yang ada dalam daun kersen, tentunya sudah tidak diragukan bahwa daun ini memang menyimpan banyak sekali manfaat. Salah satu manfaat daun kersen secara umum adalah sebagai antioksidan, antibakteri dan anti  inflasmasi(Norhamdani,Yosef,dan  Rosalina,2014).

Cara mengolah daun kersen yang pertama yang dapat dilakukan adalah merebus daun kersen. Caranya adalah dengan merebus daun kersen (secukupnya) dengan dua gelas air. Tunggu matang hingga air tersisa setengahnya. Saring hasil rebusan dan rebusan daun kersen siap untuk diminum.



Gambar 1.  Daun  kresn
Sumber  :  https://ceritasehat.com/2018/12/manfaat-daun-kersen/

         Referensi

Astawan, M dan Andreas Leomitro Kasih. 2008. Khasiat Warna-Warni Makanan.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hal.31-32.

Binawati,D.K & Amilah,S.2013.Effect of muntinga calabura bionsecticides extract towards mortality of worm soil and armyworm on plant leek.wahana

Lelita,Dea Ira.2018. SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS Teh,HIJAU, TEH              HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying). Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Semarang.

Melisa,E.R,  dan  Hariyatmi,2013.Pengaruh  Jus  Buah  kresen  terhada  asam  urat

Noorhamdani ,Yosef ddan rosalia.2014.uji eksrak daun kresen sebagai anti baktri  terhadap methicillin-resistant staphylococcus aureus (MRSA) secara in vitro
https://ceritasehat.com/2018/12/manfaat-daun-kersen/