-ASAM URAT-
Devi Titiya
Sekolah Tinggi lmu Kesehatan
Borneo Lestari
Program Studi S1 Farmasi
*Email : Devititiya86@gmail.com
Sumber : https://pin.it/2Q7iA5z
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Gout tergolong sebagai penyakit yang terjadi akibat gangguan metabolisme purin. Gangguan tersebut menyebabkan tingginya kadar asam urat darah yang selanjutnya mudah mengkristal akibat metabolisme purin tak sempurna. Kurang lebih 20-30% gout terjadi akibat kelainan sintesa purin dan sekitar 75% terjadi akibat kelebihan produksi asam urat tetapi pengeluarannya tak sempurna. Pembentukan kristal monosodium urat (MSU) memegang peranan penting pada proses awal serangan gout. Kristalisasi asam urat sering terjadi pada persendian, jaringan tulang rawan, tendon dan selaputnya serta ginjal.
PEMBAHASAN
Gout arthritis itu adalah serangan asam urat yang sangat parah, sehingga penderita akan merasakan kesakitan, kondisi ini tersebut terjadi akibat dari gangguan metabolisme purin yang sedang tidak berfungsi dengan baik, sehingga terjadi kelebihan Kristal yang akan menumpuk di jaringan sendi. sebaliknya, apabila kadar asam urat dalam level rendah juga mengakibatkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh, karena dapat menimbulkan rasa sakit akibat dari pelepasan kristal dari tempat yang sebelumnya menempel di persendian. Kadar asam urat di dalam tubuh juga sangat tergantung dari keseimbangan asupan makanan sintesis dan tingkat ekskresi asam urat oleh tubuh. Dalam keadaan normal, peningkatan produksi asam urat di tubuh akan diikuti oleh peningkatan ekskresi asam urat pada urin(Juaidi,2013).
Penyebab tingginya asam urat dalam darah hingga terjadi hiperunsernia ada beberapa yaitu: adanya gangguan metabolisme purin bawaan, kelainan pembawa sifat atau gen, kebiasaan pola makan berkadar purin tinggi ( seperti: daging, jeroan, kepiting, kerang, keju,kacang tanah, bayam, buncis), penyakit seperti: leukemia (kanker sel darah putih), kemoterapi, radioterapi. Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) disebabkan oleh peningkatan produksi (overproduction), penurunan pengeluaran (underexcretion) asam urat melalui ginjal, atau kombinasi keduanya (Susanto,2013).
Menurut , Arif Setyo Upoyo.2009 Kadar asam urat merupakan jumlah kadar asam urat dalam darah setelah dihitung dengan menggunakan AU Sure digital asam urat dl yang dinyatakan dalam satuan mg/dl. Dibagi kedalam dua kategori yaitu hiperuricemia (pemeriksaan menunjukan hasil diatas 7,2) dan kategori dalam batasa normal ( pemeriksaan menunjukan hasil 5.0 – 7,2). Kadar Asam Urat Lansia Berdasarkan Jenis Kelamin Umumnya yang sering terserang asam urat adalah laki-laki, karena secara alami lakilaki memiliki kadar asam urat di dalam darah yang lebih tinggi daripada perempuan,alasan kenapa serangan penyakit asam urat lebih jarang pada wanita adalah adanya hormone esterogen yang ikut membantu pembuangan asam urat lewat urine. . Pria tidak memiliki hormon estrogen yang tinggi, sehingga asam urat sulit dieksresikan melalui urin, dan dapat menyebabkan resiko peningkatan kadar asam urat pada pria lebih tinggi
Gejala yang dirasakan dan tanda yang sering muncul pada penderita Gout diantaranya adalah: 1) Rasa nyeri hebat dan mendadak pada ibu jari kaki (sendi metatarsofalangeal pertama) dan jari kaki (sendi tarsal); 2) Terganggunya fungsi sendi yang biasanya di satu tempat, sekitar 70-80 % pada pangkal ibu jari; 3) Terjadi hiperurisemia; 4) Terjadi hiperurikemia dan penimbunan kristal urat yang khas yaitu kristal monosodium urat dalam cairan dan jaringan sendi, ginjal, tulang rawan dan lain-lain; 5) Terdapat tofus yang telah dibuktikan secara kimiawi; 6) Telah terjadi >1 kali serangan di persendian (arthritis) yang bersifat akut; 7) Adanya serangan pada satu sendi, terutama sendi ibu jari kaki. Serangan juga biasa terjadi di tempat lain seperti pergelangan kaki, punggung kaki, lutut, siku, pergelangan tangan atau jarijari tangan; 8) Sendi tampak kemerahan; 9) Peradangan disertai demam (suhu tubuh >38oC), dan pembengkakan tidak simetris pada satu sendi dan terasa panas; 10) Tak ditemukan adanya bakteri pada saat serangan dan imflamasi (Purwaningsih,2010).
Pengobatan artritis gout bergantung pada tahap penyakitnya. Hiperurisemia asiptomatik biasanya tidak membutuhkan pengobatan. Serangan akut artritis gout diobati dengan obat-obatan antiinflamasi nonsteroid atau kolkisin. Obat-obat ini diberikan dalam dosis tinggi atau dosis penuh untuk mengurangi peradangan akut sendi. Beberapa lifestyle yang dianjurkan antara lain menurunkan berat badan, mengkonsumsi makanan sehat, olahraga, menghindari merokok, dan konsumsi air yang cukup. Modifikasi diet pada penderita obesitas diusahakan untuk mencapai indeks masa tubuh yang ideal, namun diet yang terlalu ketat dan diet tinggi protein atau rendah karbohidrat (diet atkins) sebaiknya dihindari. Penanganan diet pada penderita artritis gout dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu avoid, limit, dan encourage. Pada penderita yang dietnya diatur dengan baik mengalami penurunan kadar urat serum yang bermakna (Hadi,2004).
PENUTUP
Kesimpulan
Asam urat merupakan produk tambahan hasil metabolisme normal dari pencernaan protein makanan yang mengandung purin (terutama jeroan dan beberapa jenis sayuran seperti kacangkacangan dan buncis) atau dari penguraian purin (sel tubuh yang rusak), yang seharusnya dibuang melalui ginjal, fesess atau keringat. Umumnya darah manusia dapat menampung asam urat sampai tingkat tertentu. Bila kadar asam urat plasma melebihi daya larutnya, misalnya >7 mg/dl, maka plasma darah menjadi sangat jenuh (Arif Setyo Upoyo.2009).
Penyebab tingginya asam urat dalam darah hingga terjadi hiperunsernia ada beberapa yaitu: adanya gangguan metabolisme purin bawaan, kelainan pembawa sifat atau gen, kebiasaan pola makan berkadar purin tinggi ( seperti: daging, jeroan, kepiting, kerang, keju,kacang tanah, bayam, buncis), penyakit seperti: leukemia (kanker sel darah putih), kemoterapi, radioterapi. Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) disebabkan oleh peningkatan produksi (overproduction), penurunan pengeluaran (underexcretion) asam urat melalui ginjal, atau kombinasi keduanya (Hadi,2004)).
Saran
Saran bagi penderita asam urat agar melakukan pemeriksaan asam urat secara rutin untuk mengetahui secara dini keadaan kesehatan tubuhnya. Bagi penderita asam urat yang menderita penyakit asam urat agar selalu mengikuti pola makan yang sehat, menghindari makanan seperti: udang, cumi, kerang, kepiting, ikan teri, kacang-kacangan, asparagus, bunga kol, bayam dan jamur. serta secara rutin memeriksakan kesehatannnya dan Mencoba mengonsumsi teh daun kresen.
DAFTAR PUSTAKA
Andry, Saryono, Arif Setyo Upoyo.2009. ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR ASAM URAT PADA PEKERJA KANTOR DI DESA KARANG TURI, KECAMATAN BUMIAYU,KABUPATEN BREBES. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 4 No.1 Maret 2009
Junaidi. (2013). Rematik dan Asam Urat.Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
Purwaningsih, Tinah. 2010. Faktor-FaktorRisiko Hiperurisemia. Tesis.Universitas Diponegoro Semarang.
Sutanto, Teguh. 2013. Asam Urat. BukuPintar: Yogyakarta.
Sustrani.L.S.Alam danI.Hadibroto.2004. Asam Urat,Informasi Lengkap Untuk Penderita Dan Keluarga. Edisi 6. Jakarta :Gramedia

